Selasa, 30 Juni 2009

KETIKA ALLAH TERASA JAUH

Tuhan telah menyembunyikan diri dari keturunan Yakub, umat-Nya, tetapi saya percaya dan mengharapkan-Nya (Yesaya 8:17)
Tuhan nyata, tidak peduli apa yang Anda rasakan.
Mudah untuk menyembah Tuhan ketika segalanya berjalan dengan baik dalam hidup Anda. Tingkat teradalam dari penyembahan adalah memuji Tuhan meskipun menderita, mengucap syukur kepada Tuhan dalam pencobaan, percaya kepada-Nya ketika di cobia, berserah sementara menderita dan mengasihi-Nya ketika Ia tampak jauh.
Ketika Tuhan Nampak jauh, Anda mungkin merasa bahwa Ia marah atau menghukum oleh karena suatu dosa. Memang dosa memutuskan hubungan persekutuan yang akrab antara Anda dan Tuhan. Namun, seringkali perasaan terlantar atau terasing dari Tuhan ini tidak ada hubungannya dengan dosa. Hal itu adalah sebuah ujian iman, satu ujian yang Anda semua harus hadapi, akankah Anda terus mengasihi, percaya, taat dan menyembah Tuhan, bahkan ketika Anda tidak merasakan kehadiran-Nya atau bukti kasat mat bagi pekerjaan-Nya dalam kehidupan Anda?
Bagaimana dapat menyembah Tuhan ketika Anda dapat mengerti apa yang sedang terjadi dalam kehidupan Anda dan Tuhan diam? Bagaimana Anda tetap berhubungan dalam sebuah krisis tanpa komunikasi? Bagaimana Anda tetap memandang Yesus ketika mata berlinang air mata?
Katakana kepada TUHAN tepat bagaimana yang Anda rasakan. Curahkan isi hati Anda kepada Tuhan. Ia dapat mengatasi keraguan, kamarahan, ketakutan, duka kebingungan dan pertanyaan-pertanyaan Anda. Tahukah Anda bahwa mengakui keputusan kepada Tuhan dapat menjadi sebuah pernyataan iamn.
Focus kepada siapa Tuhan - kodrat-Nya yang tidak berubah. Terlepas dari keadaan dan bagaimana perasaan Anda, bergantunglah pada karakter Tuhan yang tidak berubah. Ingatkan diri Anda pada apa yang benr selama-lamanya tentang Tuhan, seperti: Ia baik, Ia mengsihi Anda, Ia beserta Anda, Ia tahu apa yang anda alami, Ia peduli dan Ia punya sebuah rencana yang baik bagi hidup Anda.
Percaya Tuhan memegang janji-janji-Nya. Dalam waktu kekeringan rohani Anda harus dengan sabar mengingat janji Tuhan, bukan emosi-emosimu, dan sadarlah bahwa Ia sedang membawa Anda kesuatu tingkat kedewasaan yang lebih dalam. Sebuah persahabatan yang berdasarkan emosi sesungguhnya adalah dangkal.
Ingat apa yang Tuhan telah lakukan bagi Anda. Anak Allah mati bagi Andaini adalah alasan terbesar bagi penyembahan. Yesus memberika segalanya agar Anda memiliki segalanya. Itu saja sudah layak bagi ucapan syukur dan pujian terus-menerus. Jangan perbah lagi mencari-cari apa yang Anda harus syukuri.

Tidak ada komentar: