Hampir semua kita mengetahui kisah Abraham mempersembahkan Ishak anaknya. Allah memerintahkannya untuk menyerahkan anak dipersembahan kepada Allah. mengapa Abraham sanggup melakukannya? Karena Allah sendiri yang memintanya, dan sebagai hamba Allah yang taat dan beriman, adalah suatu keharusan baginya untuk melakukannya. Tetapi apakah mengambil keputusan tersebut? Pergumulannya sangat berat dan waktunya untuk membuat keputusan pun sangat sempit.
Ada beberapa pelajaran penting dari perisiwa ini:
1. Di tengah keterdesakannya, Abraham tidak pernah berpaling dari Allah. keputusan yang diambilnya pun tidak terlepas dari imannya kepada Allah, sehingga dengan segenap hati ia mau menyerahkan anaknya yang dikasihinya kepada Allah. inilah cermin iman dan ketaatan yang tanpa syarat serta menempatkan rancanganNya diatas kepentingan dirinya.
2. Kita dapat melihat hal besar dari apa yang telah dilakukan oleh Abraham. Imannya yang begitu besar telah memberikan kemenagan yang sangat indah, dan itu menyenangkan hati Allah. refleksi dari apa yang dilakukannya terhadap kehidupan sekarang tentu masih tetap relepan. Sebab, kedatangan imannya telah memberikan pelajaran yang berarti bagi kita di dalam menghadapi pelbagai persoalan kehidupan.
3. Ketika kita harus melakukan sesuatu yang sesuai dengan perintahNya, kerap kali kita tergoda untuk menolaknya.
Sebab, kita mengandalkan pikiran kita, dan semua itu kita pikir sangat tidak masuk akal. Namun, kita tidak mengerti sebenarnya tentang apa yang kita pikirkan. Logika yang dipakai manusia sungguh sangat terbatas. Jadi langkah naitnya bila kita mulai membadingkan pemikiran kita dengan rancangan yang buat di dalam kehidupan kita. Ketangguhan iman yang dimiliki Abraham kehendaknya juga kita miliki. Iman yang tangguh adalah iman yang selalu siap untuk mentaati Firman Tuhan.
Jika kita setia dan berani mentaati seluruh perintah Tuhan, walaupun kedangkala perintah itu seolah-olah “Tidak masuk di akal”, maka akhirnya perkara-perkara yang dahsyatlah yang kita alami. Sebab pada hakekatnya Allah selalu punya kehendak dan rencana yang terbaik buat kita.
Selasa, 30 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar