Selasa, 30 Juni 2009

INTI PENYEMBAHAN

Serahkanlah dirimu kepada Allah… dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran. Roma 6:13

Inti penyembahan adalah berserah diri.

Dalam kebudayaan yang kompetitif dewasa ini, Anda diajarkan untuk tidak pernah menyerah dan tidak pernah mengalah. Jadi anda tidak banyak mendengar tentang berserah, apalagi berserah pada Tuhan. Namun, berserah kepada Tuhan adalah inti penyembahan. Anda memberi diri anda kepada-Nya, bukan karena ketakutan atau kewajiban, tetapi oleh kasih, “Karena Ia telah lebih dahulu mengasihi anda”.
Penghalang yang menghalangi anda berserah penuh kepada Tuhan adalah tidak percaya/ketakutan dan kesombongan.
Apakah aku bisa mempercayai Tuhan? Anda tidak akan berserah kepada Tuhan kecuali anda mempercayai-Nya, tetapi anda tidak bisa mempercayai-Nya hingga Anda mengenal-Nya lebih Baik. Tidak percaya menimbulkan ketakutan, dan ketakutan mencegah Anda berserah, tetapi kasih membuang semua ketakutan.
Mengakui keterbatasan anda. Penghalang kedua untuk berserah penuh adalah kesombongan Anda. Anda tidak mau mengakui bahwa anda hanyalah ciptaan dan tidak mengendalikan segala sesuatu.
Makna berserah. Berserah kepada Tuhan bukan penyerahan pasif, fatalisme, atau sebuah dalih bagi kemalasan. Berserah bukan menerima status quo. Berserah bisa berarti sebaliknya, yakni mengorbankan hidup atau menderita dalam rangka mengubah apa yang perlu diubah. Semakin anda membiarkan Tuhan mengambil alih Anda, semakin anda menjadi diri anda yang sejati karena Ia menciptakan anda. Berserah paling baik didemonstrasikan dalam ketaatan. Orang-orang yang berserah menaati perkataan Tuhan, bahkan itu tidak masuk akal.
Berkat berserah. Ketika anda sepenuhnya menyerahkan kehidupan kepada Tuhan, pertama anda mengalami damai sejahtera, kedua anda mengalami kemerdekaan, dan ketiga anda mengalami kuasa Tuhan dalam hidup anda.
Cara hidup terbaik. Anda dirancang untuk menyembah Tuhan. Apabila anda gagal menyembah-Nya, anda akan menciptakan ilah-ilah dan menyerahkan kehidupan anda kepadanya. Ilah-ilah itu bisa berupa pendapat atau harapan dari orang lain, uang, dendam, ketakutan, kesombongan, hawa nafsu, atau ego anda sendiri. Anda bebas memilih kepada siapa anda akan berserah, tetapi anda tidak bebas dari konsekuensinya. Berserah bukan salah satu cara terbaik untuk hidup, melainkan satu-satunya cara untuk hidup. Saat-saat paling bijaksana adalah saat-saat anda berkata,”Ya” Kepada Tuhan.
Ketika anda memutuskan untuk hidup berserah sepenuhnya, keputusan itu akan diuji. Kadang-kadang hal itu berarti melakukan tugas-tugas yang tidak nyaman, tidak popular, mahal, atau tampak tidak mungkin.

Pokok Renungan : Inti Penyembahan adalah berserah.
Ayat Hafalan : Roma 6:13b
Pertanyaan diskusi : bidang hidup anda yang manakah yang anda tahan dari Tuhan ?

Tidak ada komentar: