Selasa, 30 Juni 2009

Taat dengan Panggilan.

Teks. Yunus 1:-17; Hosea7:13.

Shalom Anak Kerajaan!
Setiap orang percaya memiliki panggilan di dalam hidupnya. Ada yang dipanggil sebagai penginjil, gembala, pengajar, pemimpin, pendoa, penasehat, pemimpin pujian, dll. Orang yang mengenal panggilannya dan mulai mempfokuskan dirinya untuk mengenapi panggilan memanng harus dipilihara.
Seorang anak Tuhan yang merasa mendapat panggilan sebagai seorang pelayanan sepenuh waktu, memutuskan untuk mulai memperlengkapi dirinya dengan masuk ke sekolah teologia. Di sela-sela waktu kuliahnya ia tetap menjalankan bisnisnya. Di awal perkuliahan dia begitu bersemangat, bahkan membentuk tim misi yang melayani ke desa-desa pada waktu liburan semester tiba. Waktu terus berjalan, sementara itu ia mulai kompromi dengan kesibukan bisnisnya. Memasuki semester ketujuh, ia cuti kuliah karena bisnisnya yang semakin maju membutuhkan perhatian yang lebih. Sementara teman-temannya sudah selesai kuliah dan terus memenuhi panggilan sebagai hamba Tuhan, anak mahasiswa ini mulai menjauh dari pelayanan dan Tuhan. Bahkan ia meninggalkan keluarganya, kemudian hidup serumah dengan rekan bisnisnya. Suatu saat Tuhan beperkara dengannya, ia bangkrut dan ditinggalkan oleh wanita yang ternyata mencintai harta yang dimilikinya. Saat ia tidak memiliki apa-apa lagi, barulah hatinya mendengarkan suara Tuhan yang masih mengasihi dan terus menunggunya.
“Anakku, meskipun Engkau sempat lari dari jalan dan panggilanKu, Aku tetap menunggu kepulanganmu. “ itulah suara lembut yang membuatnya menangis penuh penyesalan. Keadaan buruk yang dideritanya merupakan tanda kasih Tuhan yang membuat dia kembali kepada Bapa dan meneruskan panggilan yang pernah diabaikannya. Kini komitmen di hatinya semakin kuat untuk memberikan hidupnya secara penuh kepada Tuhan. Jangan lari dari panggilan, karena ketika Saudara berada di luar Tuhan, maka jiwa saudara akan menderita, bahkan bisa terhilang untuk selamanya.
Apakah saudara berpikir untuk mundur atau lari dari panggilan pelayanan, seperti Yunus yang lari ke Tarsis? Apakah api pelayanan di hati Saudara sedang meredup? Mungkin saudara berpikir untuk mundur dari pelayanan; mungkin selama ini yang saudara dapatkan hanyalah rasa capek karena terus dikritik, jenuh pada rutinitas, kecewa karena direndahkan padahal saudara sudah berusaha melakukan yang terbaik, atau saudra sedang kompromi dengan kedagingan. Sadarlah dan janganlah mundur, berbalik dari jalan yang keliru.
Hosea 7:13 berkata, “Celakalah mereka, sebab mereka melarikan diri dari padaKu! Aku ini mau menebus mereka, tetapi mereka berdusta terhadap Aku. “Jika saudara lari, ingatlah bahwa ada sanksi yang Tuhan sediakan bagi orang yang tidak taat dan sering melalaikan tugas pelayanan.
Ketika Yunus meninggalkan atau melalaikan Tugasnya:
Yunus melarikan diri dari Tuhan. (Yun 1).
Celaka pasti akan datang. (Yun1:4)
Kebinasaan segera menyusul. (Yun 1:17)
Yunus kembali kepada Tuhan.
Yunus betobat kepada Tuhan. (Yunus 2: 1,2, 7, 9).
Yunus mengucap mengucap syukur.
Memberikan persembahan korban syukur.( Yun2:9).
Yunus Taat dengan Printah Tuhan.
Terjadi perubahan di Niniwe. (Yunus 3:5)
Yunus berdoa meminta pemulihan. (Yun 3:4)
Niniwe percaya/bertobat kepada Tuhan. (Yun 3: 5,9)

Tidak ada komentar: