Selasa, 30 Juni 2009

MENGASIHI ORAN YANG MENYAKITI KITA.

Jadi janganlah takut, aku akan menanggung makanmu dan makan anak-anakmu juga. “Demikianlah ia menghiburkan mereka dan menenangkan hati mereka dengan perkataannya dengan perkataannya. (KEJADIAN 50:21).

Hidup kekristenan identik dengan saling mengasihi dan saling mengampuni Tuhan Yesus mengasihi kita, katanya: “Kasihilah musuhmu” dan berdoalah buat dia, serta mohonlah berkat atasnya”. Jadi artinya, jika kita disakiti, janganlah membalas menyakiti atau juga menyimpan kepahitan, tetapi kita harus tetap mengasihi serta berusaha untuk mengampuni juga harus melupakan kesalahan mereka.
Berbicara tentang mengasihi orang yang menyakiti, Alkitab mencatat tentang Yusuf, ia tetap mengasihi saudara-saudaranya, walaupun mereka telah menyakitinya, hampir mencelakakannya nyawanya bahkan menjual dirinya kepada orang mesir (ay 21). Jika Yusuf tidak mengeerti kehendak dan tencana Tuhan yang mulia dalam hidupnya, bisa jadi setelah ia berhasil menjadi pejabat penting di Mesir, ia akan membalas kejahatan yang pernah di lakukan saudara-saudaranya kepadanya setimpal dengan perbuatan mereka tetapi Yusuf tidak melakukan hal itu, ia tetap mengasihi dan mengampinu mereka.
Kita harus menyadari beberapa hal penting dibawah ini:
1. kebencian adalah cara iblis untuk merusak hidup kita. Melalui kebencian, sakit hati, ibkis ingin melihat kehancuran hidup kita. Ingat iblis punya misi untuk mencuri, membunuh dan membinasakan (Yoh 10:10).
Kebencian merupakan cikal bakal terjadinya kejahatan. Tidak sedikit kejahatan terjadi oleh karena dilator belakangi kebencian. Karena itukita wajib menjaga hati agar selalu tetap bersih, dan mengasihi.
Mengasihi membawa kita kepada kemenangan. (Ams 25:21-22). Jika kita berhasil mengasihi orang yang menyakiti, berarti kita telah menutup rapat pintu bagi iblis. Sehingga ia tidak dapat memperdaya dan menghancurkan kita.
Sadar bahwa Allah selalu merancangkan hal yang baik bagi kita sekalipun ditengah-tengah situasi yang menyakitkan. Jadi bagi kita, apapun yang terjadi semuanya tidak terlepas dari seijin Tuhan. Tuhan yang mengijinkan adalah Tuhan yang mempunyai rancangan yang mulia atas hidup kita (Kej 50:20).

Refleksi:
Kristus adalah sumber kasih, didalam Dia kita diberikan kemampuan untuk mengampuni sekalipun itu adalah orang yang memusuhi kita, malahan kita mampu melupakan kesalahan mereka.

Tidak ada komentar: