Setiap orang pasti memiliki kerinduan dalam hatinya, baik kerinduan yang besar ataupun yang kecil. Tuhan juga mempunyai kerinduan, yaitu dalam Yohanes 15:7-8, yang berbunyi, “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."
Ayat diatas merupakan sebuah perumpamaan. Terkadang, Allah menggunakan perumpamaan menyatakan hasrat-Nya. Ayat itu berbunyi sangat luar biasa. Tetapi sayangnya, banyak orang hanya melihat ayat 7 saja, tanpa melihat ayat 8. selain itu, mereka juga salah menafsirkan maksud ayat 7 tersebut.
Tuhan menggunakan tipologi tanaman anggur terhadap kita. Dia adalah pokok anggurnya, sedangkan kita adalah carang-carang-Nya. Dia menghendaki setiap carangNya berbuah lebat. Carang-carang yang tidak berbuah, tentu akan dipotong.
Tuhan menghendaki kita berbuah. Itulah kerinduan-Nya yang terbesar, sampai Dia mati di kayu salib, juga untuk hal ini. Dia mengivestasikan Anak-Nya sendiri, supaya kerinduan-Nya tercapai, yaitu kita berbuah dan buah kita tetap. Yohanes 15:16 “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.”
Dari ayat diatas dikatakan bahwa Allah yang memilih kita dan Dia tidak pernah salah memilih. Dia pilih kita supaya kita pergi, yaitu pergi dari kebiasaan lama, kehidupan lama, dan menghasilkan buah yang tetap, sehingga ayat 7 digenapi dalam hidup kita. Tuhan mau kita reproduksi dan memberikan keuntungan bagi-Nya.
Mengapa Bapa mau kita berbuah? Jawabannya ada di dalam ayat 8, yaitu supaya kita memuliakan Tuhan. Memuliakn Tuhan bukan hanya sekedar dengan pujian penyembahan saja, tetapi juga melalui buah-buah yang kita hasilkan, yaitu keberhasilan-keberhasilan kita. Ketika anak kita berhasil, maka kita sebagai orang tuanya juga bangga dan dimuliakan. Demikian juga jika kita berhasil, maka Bapa di sorga dipermuliakan.
Berapa lama kita sudah menjadi orang Kristen? Buah apa yang sudah kita hasilkan? Berapa banyak buah yang sudah kita hasilkan? Sudahkah
Kita memuliakan Tuhan dengan buah yang kita hasilkan? Jika sudah berbuah, apakah buah kita itu tetap? Buah apa yang Dia kehendaki?
1. Buah Perubahan Paradigma Kita.
Dengan perubahan paradigm, maka kita bertumbuh dalam pikiran.
2. Supaya Kita Memiliki Identitas Sebagai Murid Kristus.
Seorang murid, melaksanakan Amanat Agung. Amanat Agung, sudah menjadi gaya hidupnya sehari-hari. Bukan hanya dibicarakan, tetapi Amanat Agung sudah menjadi satu kesatuan dalam pola piker, prilaku, penampilan dan sifat seorang murid Kristus.
Jika melihat dari kedua hal diatas, kesimpulannya ialah, sangat perlu untuk kita berbuah. Bagaimana supaya kita berbuah? Berikut ini adalah tips supaya kita bisa berubah banyak dan buah itu tetap.
Dalam ayat 7 terdapa 2 hal yang harus dilakukan, jika kita mau berbuah.
1. Tinggal Di Dalam Tuhan.
Bagaimana caranya kita bisa tinggal dalam Tuhan? Jawabannya terdapat dalam Yohanes 15:9-12 mengatakan bahwa, "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.”
Jadi tinggal di dalam Tuhan, berarti tinggal didalam kasih-Nya. Supaya kita bisa tinggal didalam kasih-Nya, kita harus menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah Tuhan itusebenarnya berat. Bagaimana kita dapat melakukan perintah-perintah yang berat itu? Dalam I Yohanes 5:3 dikatakan, “Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat,” mengapa tidak berat? Dalam I Yohanes 5:1-2, berkata, “Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga dia yang lahir dari pada-Nya. Inilah tandanya, bahwa kita mengasihi anak-anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintah-Nya.” kita dapat melakukan perintah-perintah yang berat itu, jika kita melakukannya atas dasar kasih. Jika atas dasar kasih, maka segala yang berat itupun, menjadi ringan. Sifat dasar Allah ialah kasih, sehingga karena kasih-Nya, Dia sanggup mengorbankan Yesus, Anak tunggal-Nya. Jadi tinggal dalam Tuhan, juga berarti memperhatikan kasih-Nya melalui kita, terhadap sesama.
2. Firman Tuhan, Tinggal Dalam Diri Kita.
Artinya kebenaran firman Tuhan, ada dalam hati kita. Oleh sebab itu. Baca dan renungkanlah firman setiap hari.
Selasa, 30 Juni 2009
TINGGALLAH DIDALAM KASIHKU
Saya percaya, jika kita melakukan kedua hal di atas, kita pasti berbuah lebat dan tetap. Maka minta apa saja, Tuhan pasti berikan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar